KASUS
Organisasi karang taruna adalah
organisasi yang berada di lingkungan penduduk dalam lingkup satu Rukun Tetangga
atau Rukun Warga, pengurusnya terdiri dari para pemuda pemudi yang berada di
lingkungan itu. Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan
pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi,
olahraga, advokasi, keagamaan dan kesenian. Dalam organisasi karang taruna
tidak semua berjalan dengan sempurna, kadang kerap terjadi permasalahan antar
sesama anggota karang taruna seperti dalam bidang hubungan masyarakat ada
kalanya dalam hubungan antar anggota karang taruna atau antar warga tidak semua
nya memiliki hubungan yang harmonis satu sama lain. Dalam bidang usaha
kesejahteraan social tidak semua anggota masyarakat memiliki usaha sendiri
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi melangsungkan hidup mereka. Dalam bidang
pendidikan kurang nya pengetahuan para anggota
dalam menghimpun stategi yang perlu diterapkan dalam suatu organisasi karang
taruna untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Dalam bidang rapat adanya pihak
yang tidak menyetujui rencana yang dibuat ,sehingga kerab terjadi konflik yang
melibatkan dewan rapat, selain itu adanya motif pribadi didalamnya. Hal itulah
yang terkadang menyebabkan mereganggnya antar sesama anggota karang taruna
sehingga banyak dari mereka tidak berperan aktif lagi di organisasi karang
taruna.
Teori
Perilaku
organisasi adalah suatu studi yang mempelajari tingkah laku manusia dimulai
dari tingkah laku secara individu, kelompok dan tingkah laku ketika
berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi
dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut. Sedangkan, menurut
Robbin (2001) bahwa perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang
menyelidiki dampak perorangan, kelompok dan struktur pada perilaku dalam
organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki
keefektifan organisasi.Tujuan Mempelajari Perilaku Keorganisasian, yaitu :
1. Memahami perilaku yang terjadi dalam
suatu organisasi
2. Meramalkan yang terjadi dalam
organisasi
3. Mengendalikan perilaku
Kasus dan Teori
Permasalahan internal maupun eksternal dalam organisasi
karang taruna yang terjadi pada kasus diatas memberi gambaran bahwa dalam organisasi
tidak semua anggota mempunyai pandangan yang sama dalam pengambilan keputusan
yang menyebabkan perdebatan antar sesama anggota. Menurut Drs.
Adam Indrawijaya, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang
mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan tindakan manusia, baik aspek
pengaruh anggota terhadap organisasi maupun pengaruh organisasi terhadap
anggota. Berdasarkan pandangan Drs. Adam,
sebagai anggota harus mampu memahami perilaku yang terjadi dalam suatu organisasi, meramalkan
yang terjadi dalam organisasi, dan mampu mengendalikan perilaku agar organisasi
tersebut dapat berjalan dengan baik.
Kesimpulan
Perilaku
organisasi merupakan ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta
pengaruh tiap individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku
interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan
kelompok dengan kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi. Dalam membangun suatu organisasi
agar dapat berjalan dengan baik memang adalah hal yang sulit terutama apabila
kita tidak mempelajari tujuan dari dibentuknya organisasi tersebut. Oleh karena
itu, diperlukan sikap yang mau dan mempunyai jiwa berorganisasi yang kuat agar
terciptanya keselarasan dalam membangun tujuan dari berorganisasi tersebut.
Saran
Untuk menyelesaikan masalah seperti masalah diatas, kita bisa melakukan pendekatan satu sama lain
agar terciptanya keharmonisan dalam berorganisasi. Lalu mengadakan kontak saran
dan dirundingkan secara matang supaya menempuh penyelesaian keputusan yang
tepat agar tidak menimbulkan perdebatan antar sesama anggota
Daftar pustaka
http://www.slideshare.net/ridhasarihr/makalah-prilaku-organisasi?related=2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar