Kamis, 15 Oktober 2015

Foundation of group behavior



KASUS
PT. FOXCONN merupakan perusahaan yang memproduksi barang-barang eleketronik seperti, Apple, Nitendo, Sony dan HP. Awal tahun 2010, dikejutkan dengan terjadinya bunuh diri yang dilakukan 18 orang pekerja. Bunuh diri missal ini dilakukan dengan melompat dari atas puncak gedung perusahaan dengan 14 orang yang tewas.
Protes yang dilakukan pekerja pada bulan Januari yakni dikarenakan manajer perusahaan memutuskan untuk menggeser sekitar 600 pekerja untuk lini produksi baru, membuat pembungkus computer Acer, perusahaan asal Taiwan. “kami disuruh bekerja tanpa pelatihan apapun dan dibayar sedikit demi sedikit” kata salah seorang pekerja memprotes yang tidak meminta disebutkan namanya. “ jalur perakitan sangat cepat dan hanya satu hari tangan kami semua telah lecet dan kulita ditangan kami menghitam, pabrik itu pun sudah penuh debu dan tida ada yang bisa menahan” ujarnya menambahkan.
Beberapa laporan dari dalam pabrik Foxconn telah menyarankan bahwa sementara perusahaan lebih maju daripada banyak pesaingnya, dengan menggunakan gaya militer dan banyak para pekerja yang tidak sanggup bertahan. Pabrik unggulan Foxconn di Longhua, sebanyak 5% dari pekerja atau 24.000 orang pekerja berhenti.
“Karen akami tidak tahan, kami mogok” kata pekerja itu. “ini bukan tentang uang, namun karena kami merasa tidak punya pilihan. Pada awalnya, para manajer mengatakan siapa saja yang ingin berhenti dapat bayaran satu bulan gaji sebagai kompensasi. Tapi kemudian mereka menarik tawaran itu. Jadi kami pergi kea tap dan mengancam bunuh diri missal”. Pekerja mengatakan bahwa Foxconn awalnya menolak untuk bernegosiasi, tetapi bahwa para pekerja diperlakukan cukup baik oleh polisi dan pasukan pemadam kebakaran. Para pekerja akhirnya dibujuk turun setelah dua hari diatas pabrik berlantai tiga di Wuhan oleh manajer Foxconn dan pejabat parta komunis China.
Seorang juru bicara Foxconn dikonfirmasi tentang protes itu, dan mengatakan bahwa insiden itu “berhasil dan diselesikan dengan damai setelah diskusi antara pekerja, pejabat Foxconn local dan perwakilan pemerintah daerah. Dia menambahkan bahwa 45 karyawan Foxconn telah memilih untuk mengundurkan diri dan sisahnya telah kembali bekerja. “kesejahteraan karyawan kami merupakan prioritas utama kami dan kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua karyawan diperlakukan adil.” Katanya.

TEORI

1.   Formal group
Dimana group yang desain pekerjaannya berdasarkan struktur organisasi. Dapat dikatakan formal group selama ada struktur, aturan, hak dan kewajiban.
Contoh :
Di dalam gereja, memiliki pengurus-pengurus gereja yang mengatur kegiatan-kegiatan keagamaan dan mereka bekerja sesuai dengan jabatan yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas yang harus dikerjakan.
Di dalam partai politik, ada yang mempunyai hak untuk membuat keputusan dan ada orang yang menjalankan keputusan tersebut.
a.       Command Group
Kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi, melaksanakan tugas-tugas yang rutin dan melaporkan secara langsung kepada manager.
Contoh : seorang administratif yang melakukan secara rutin dan melaporkan kerjaannya kepada kepala bagian administrasi.
b.      Task group
Dimana di dalam kelompok memiliki individu-individu yang berasal dari berbagai jurusan/bidang yang berbeda yang mengerjakan tugas bersama atau mencapai tujuan bersama.
Contoh : anggota BEM Uk Petra yang didalamnya berasal dari jurusan yang berbeda-beda,menjalankan program-programnya untuk melatih softskill mahasiswa.

2.     2.  Informal Group
Dimana group yang tidak memiliki struktur, aturan, hak dan kewajiban, melainkan terbentuk karena adanya kesepakatan.
Contoh : pertemuan makan malam bersama.
a.       Interest Group
Kelompok yang terbentuk karena adanya suatu minat (kelompok peminat) dan bekerja sama untuk mencapai tujuan masing-masing individu.
Contoh : komunitas fotografi, karena minatnya suka membidik gambar baik orang maupun pemandangan tapi hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka.
b.      Friendship Group
Kelompok yang terbentuk karena individu-individu di dalamnya saling bertukar informasi dan sebagainya dengan yang lain berdasarkan kecenderungan karakteristik yang sama baik dari nama, asal, fisik dan lainnya atau kelompok berkumpul bersama.
Contoh : kelompok para model baik foto majalah atau model catwalk. 

Forming adalah pembentukan kelompok dengan menggabungnya beberapa orang karena adanya suatu tujuan.
Contoh : mahasiswa yang mengikuti seminar suatu unit kegiatan mahasiswa berada di dalam satu kelas dan saling tidak mengenal tetapi karena ada diskusi mengenai suatu pembahasan sehingga mereka saling bertanya jawab dan disitulahterjadi interaksi sehingga mereka menjadi suatu kelompok.

Storming adalah proses dimana setelah terbentuknya kelompok akan mulai muncul konflik dan menyebabkan adanya pengelompokkan di dalam kelompok tersebut , karena ternyata dalam mencapai tujuan bersama tidaklah mulus dan sering terjadi perbedaan pandang dan perbedaan cara mencapai tujuan.
Contoh : ketika dalam kelompok saat pembuatan baju kelompok ada salah satu orang yang menyukai warna biru sebagai baju kelompok dan ada yang mendukungnya sedangkan di sisi lain ada yang menyukai warna coklat dan ada yang mendukungnya, ada pun yang berada dalam posisi tengah. 

Norming, Dibuatnya norma dan aturan untuk mencapai tujuan bersama.
Contoh : pembagian manager tiap divisi di dalam suatu perusahaan.

Performing adalah tahap dimana setelah norma dan aturan terbentuk, seluruh anggota menampilkan performanya dalam bekerja secara optimal. 
Contoh : seorang administrasi melaporkan hasil kerja ke manajer administrasi.

Adjourning adalah tahap dimana anggota di dalam kelompok mengajukan gagasan baru atau dapat membentuk kelompok lagi dalam kelompok sebelumnya, bisa terbentuk dalam beberapa kelompok. Tetapi proses ini dapat membuat organisasi lebih baik atau lebih buruk. 

KESIMPULAN
Kesimpulan dari kasus di atas yaitu proses yang berhubungan dengan suasana kerja dalam tim. Dengan suasana kerja yang sesuai dengan harapan anggota tim akan meningkatkan kemampuan dalam pencapaian sasaran organisasi. Dengan itu kasus ini memang sudah ada didalam teori, yang saling berkaitan dengan missal:
1.   Formal group
Dimana group yang desain pekerjaannya berdasarkan struktur organisasi. Dapat dikatakan formal group selama ada struktur, aturan, hak dan kewajiban. Selain itu Storming adalah proses dimana setelah terbentuknya kelompok akan mulai muncul konflik dan menyebabkan adanya pengelompokkan di dalam kelompok tersebut , karena ternyata dalam mencapai tujuan bersama tidaklah mulus dan sering terjadi perbedaan pandang dan perbedaan cara mencapai tujuan.


DAFTAR PUSTAKA
KASUS
PT. FOXCONN merupakan perusahaan yang memproduksi barang-barang eleketronik seperti, Apple, Nitendo, Sony dan HP. Awal tahun 2010, dikejutkan dengan terjadinya bunuh diri yang dilakukan 18 orang pekerja. Bunuh diri missal ini dilakukan dengan melompat dari atas puncak gedung perusahaan dengan 14 orang yang tewas.
Protes yang dilakukan pekerja pada bulan Januari yakni dikarenakan manajer perusahaan memutuskan untuk menggeser sekitar 600 pekerja untuk lini produksi baru, membuat pembungkus computer Acer, perusahaan asal Taiwan. “kami disuruh bekerja tanpa pelatihan apapun dan dibayar sedikit demi sedikit” kata salah seorang pekerja memprotes yang tidak meminta disebutkan namanya. “ jalur perakitan sangat cepat dan hanya satu hari tangan kami semua telah lecet dan kulita ditangan kami menghitam, pabrik itu pun sudah penuh debu dan tida ada yang bisa menahan” ujarnya menambahkan.
Beberapa laporan dari dalam pabrik Foxconn telah menyarankan bahwa sementara perusahaan lebih maju daripada banyak pesaingnya, dengan menggunakan gaya militer dan banyak para pekerja yang tidak sanggup bertahan. Pabrik unggulan Foxconn di Longhua, sebanyak 5% dari pekerja atau 24.000 orang pekerja berhenti.
“Karen akami tidak tahan, kami mogok” kata pekerja itu. “ini bukan tentang uang, namun karena kami merasa tidak punya pilihan. Pada awalnya, para manajer mengatakan siapa saja yang ingin berhenti dapat bayaran satu bulan gaji sebagai kompensasi. Tapi kemudian mereka menarik tawaran itu. Jadi kami pergi kea tap dan mengancam bunuh diri missal”. Pekerja mengatakan bahwa Foxconn awalnya menolak untuk bernegosiasi, tetapi bahwa para pekerja diperlakukan cukup baik oleh polisi dan pasukan pemadam kebakaran. Para pekerja akhirnya dibujuk turun setelah dua hari diatas pabrik berlantai tiga di Wuhan oleh manajer Foxconn dan pejabat parta komunis China.
Seorang juru bicara Foxconn dikonfirmasi tentang protes itu, dan mengatakan bahwa insiden itu “berhasil dan diselesikan dengan damai setelah diskusi antara pekerja, pejabat Foxconn local dan perwakilan pemerintah daerah. Dia menambahkan bahwa 45 karyawan Foxconn telah memilih untuk mengundurkan diri dan sisahnya telah kembali bekerja. “kesejahteraan karyawan kami merupakan prioritas utama kami dan kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua karyawan diperlakukan adil.” Katanya.

TEORI

1.   Formal group
Dimana group yang desain pekerjaannya berdasarkan struktur organisasi. Dapat dikatakan formal group selama ada struktur, aturan, hak dan kewajiban.
Contoh :
Di dalam gereja, memiliki pengurus-pengurus gereja yang mengatur kegiatan-kegiatan keagamaan dan mereka bekerja sesuai dengan jabatan yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas yang harus dikerjakan.
Di dalam partai politik, ada yang mempunyai hak untuk membuat keputusan dan ada orang yang menjalankan keputusan tersebut.
a.       Command Group
Kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi, melaksanakan tugas-tugas yang rutin dan melaporkan secara langsung kepada manager.
Contoh : seorang administratif yang melakukan secara rutin dan melaporkan kerjaannya kepada kepala bagian administrasi.
b.      Task group
Dimana di dalam kelompok memiliki individu-individu yang berasal dari berbagai jurusan/bidang yang berbeda yang mengerjakan tugas bersama atau mencapai tujuan bersama.
Contoh : anggota BEM Uk Petra yang didalamnya berasal dari jurusan yang berbeda-beda,menjalankan program-programnya untuk melatih softskill mahasiswa.

2.     2.  Informal Group
Dimana group yang tidak memiliki struktur, aturan, hak dan kewajiban, melainkan terbentuk karena adanya kesepakatan.
Contoh : pertemuan makan malam bersama.
a.       Interest Group
Kelompok yang terbentuk karena adanya suatu minat (kelompok peminat) dan bekerja sama untuk mencapai tujuan masing-masing individu.
Contoh : komunitas fotografi, karena minatnya suka membidik gambar baik orang maupun pemandangan tapi hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka.
b.      Friendship Group
Kelompok yang terbentuk karena individu-individu di dalamnya saling bertukar informasi dan sebagainya dengan yang lain berdasarkan kecenderungan karakteristik yang sama baik dari nama, asal, fisik dan lainnya atau kelompok berkumpul bersama.
Contoh : kelompok para model baik foto majalah atau model catwalk. 

Forming adalah pembentukan kelompok dengan menggabungnya beberapa orang karena adanya suatu tujuan.
Contoh : mahasiswa yang mengikuti seminar suatu unit kegiatan mahasiswa berada di dalam satu kelas dan saling tidak mengenal tetapi karena ada diskusi mengenai suatu pembahasan sehingga mereka saling bertanya jawab dan disitulahterjadi interaksi sehingga mereka menjadi suatu kelompok.

Storming adalah proses dimana setelah terbentuknya kelompok akan mulai muncul konflik dan menyebabkan adanya pengelompokkan di dalam kelompok tersebut , karena ternyata dalam mencapai tujuan bersama tidaklah mulus dan sering terjadi perbedaan pandang dan perbedaan cara mencapai tujuan.
Contoh : ketika dalam kelompok saat pembuatan baju kelompok ada salah satu orang yang menyukai warna biru sebagai baju kelompok dan ada yang mendukungnya sedangkan di sisi lain ada yang menyukai warna coklat dan ada yang mendukungnya, ada pun yang berada dalam posisi tengah. 

Norming, Dibuatnya norma dan aturan untuk mencapai tujuan bersama.
Contoh : pembagian manager tiap divisi di dalam suatu perusahaan.

Performing adalah tahap dimana setelah norma dan aturan terbentuk, seluruh anggota menampilkan performanya dalam bekerja secara optimal. 
Contoh : seorang administrasi melaporkan hasil kerja ke manajer administrasi.

Adjourning adalah tahap dimana anggota di dalam kelompok mengajukan gagasan baru atau dapat membentuk kelompok lagi dalam kelompok sebelumnya, bisa terbentuk dalam beberapa kelompok. Tetapi proses ini dapat membuat organisasi lebih baik atau lebih buruk. 

KESIMPULAN
Kesimpulan dari kasus di atas yaitu proses yang berhubungan dengan suasana kerja dalam tim. Dengan suasana kerja yang sesuai dengan harapan anggota tim akan meningkatkan kemampuan dalam pencapaian sasaran organisasi. Dengan itu kasus ini memang sudah ada didalam teori, yang saling berkaitan dengan missal:
1.   Formal group
Dimana group yang desain pekerjaannya berdasarkan struktur organisasi. Dapat dikatakan formal group selama ada struktur, aturan, hak dan kewajiban. Selain itu Storming adalah proses dimana setelah terbentuknya kelompok akan mulai muncul konflik dan menyebabkan adanya pengelompokkan di dalam kelompok tersebut , karena ternyata dalam mencapai tujuan bersama tidaklah mulus dan sering terjadi perbedaan pandang dan perbedaan cara mencapai tujuan.


DAFTAR PUSTAKA
 

Kamis, 01 Oktober 2015

Personality and Values



Kasus
Ary adalah seorang pelajar si sebuah skolah menangah atas di jakarta sekarang dia telah duduk di bangku kelas 3. Pada saat awal masuk ary dikenal sebagai anak baik dan sopan santun dan kebiasaan yang baik yang diajarkan oleh keluarganya pun diterapkan saat disekolahnya. Namun setelah ia naik ke kelas 2, sifatnya berubah dratis. Itu semua karena dia memiliki teman baru, teman-temannya dikenal sebagai anak2 yang kurang baik di sekolahnya. Akhirnya pun ary berubah menjadi peribadi yang kurang baiik. Dia sering kali membolos, telat datang kesekolah, semangat belajarnya pun menurun, nilai- nilai di sekolahnya pun juga menurun, tidak ada sopan satunnya terhadap guru atau teman yang lainnya, dan masih banyak lagi. Namun setelah sekarang dia duduk di kelas 3 dia mulai sadar akan perbuatannya yang tidak baik saat duduk di kelas 2. Akhirnya dia pun memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, menjadi seseorang yang mengerti etika dimanapun dia berada, tidak mudah terpengaruh orang lain yang tidak baik. Dan selalu menerapkan kebaikan seperti yang diajarakan oleh keluarganya. dan dia mempunyai tujuan untuk luus menjadi pelajar terbaik di sekolahnya. Maka dari itu dia melalui proses untuk mencapai tujuannya. Dengan dia belajar dengan  disiplin di sekolah,tekun belajar, selalu memperhatikan guru saat belajar disekolah, aktif di dalam kelas, berprestasi di sekolahnya, meningkatkan nilai belajarnya disekolah, semangatt dalam belajar dan ia juga menambahkan jam belajar di luar sekolah seperti ia mengikuti bimbel untuk meningkatkan kualitas belajarnya. Dan dia berharap semoga dengan itu semua ia tujuan yang ia harapkan akan tercapai.

Teori
A.   Personality ( kepribadian )
Kepribadian adalah sekumpulan cara bagaimana seorang individu beraksi dan berinteraksi dengan orang lain. Kepribadian merupakan determinan paling penting bagi individu, karena kepribadian menentukan bagaimana seorang individu berpikir, berperilaku, dan berperasa dalam berbagai macam situasi yang berbeda-beda. Konsisten dalam seiap perilaku merupakan pembentukan sebuah perilaku seseorang. Potensi yang ada pada seseorang berpengaruh besar terhadap perfom seseorang. Bahkan perilaku lah yang akan menentuka sebuah kepribadian.
Ada beberapa faktor yang dianggap berpengaruh terhadap kepribadian seseorang yaitu :
1.      Keluarga ( keturunan )
Merujuk pada faktor genetika seseorang, misalnya yang berkaitan dengan fisik, yaitu tingi badan, warna kulit, warna rambut, warna mata, sifat-sifat, dan bahkan penyakit-penyaki tertentu.
2.      Lingkungan
Lngkungan memiliki pengearuh yang cukup besar dalam kepribadian seseorang, karena dalam lingkunganlaj seorang pribadi dapat menangkap nilai-nilai atau norma yang akan diterapkan kehidupannya. Dan terkadang lingkungan pun dapat membuat pribadi yang buruk ketika kita beda di lingkungan yang tidak baik.
3.      Gabungan ( konvergensi )
Seseorang akan menurunkan pola asuh dari orag tua atau keluarganya dn akan mendapatkan pengaruh dari lingkungan. Pada pendekatan ini merupakan gabungan dari 20% gen dan 80% lingkungan. Yang menyatakan lingkungan berpengaruh besar pada perilaku seseorang pribadi.

B.   Value (nilai)
             Nilai adalah menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan. NIlai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan. Nilai memiliki sifat isi dan intensitas. Sifat isi, menyampaikan bahwa cara pelaksaan atau keadaan akhir dalam kehidupan adalah penting. Sifat intensitas, menjelaskan betapa pentingnya hal tersebut .
             Nilai Merupakan keyakinan dasar yang menjadi dasar sikap dan perilaku seseorang.
Nilai terbagi menjadi 2, yaitu :
    • Terminal Values 
      • Nilai yang ingin dicapai, atau yang menjadi tujuan akhir
    • Instrument Values
      • Nilai-nilai atau sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan (terminal values) 
Teori dan Kasus
Etika merupakan cermin dari kepribadian seseorang. Melalui cara beretika inilah seseorang dapat menilai dan mengetahui sifat dan ciri kepribadian dari orang lain. Dalam pembentukan etika ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi, baik itu faktor internal maupun eksternal. Sifat bawaan dari lahir atau watak merupakan faktor internal yang paling berpengaruh pada etika seseorang. Secara ilmiah hal ini disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika seseorang. Sedangkan dari faktor eksternal, etika seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana tempat seseorang itu berada. Pada dasarnya kepribadian dari diri seseorang merupakan cerminan dari kesuksesan. Seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul adalah seseorang yang siap untuk hidup dalam kesuksesan. Sebab dalam kepribadian orang tersebut terdapat nilai-nilai posotif yang selalu memberikan energy positif  terhadap paradigma dalam menghadapi tantangan dan cbaan kehidupan dimanapun keberadaannya. Sebaliknya, seseorang dengan kepribadian yang rendah adalah seseorang yang selalu dilingkupi dengan kegagaln. Sebab pada diri seseorang itu mengalir energy negatif yang terhaap padigma dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang terjadi dalam kehidupannya. Dapat dipastikan bahwa nilai-nilai kepribadian seseorang mengalami pasang surut seiring dengan besarnya tantangan dan cobaan yang dihadap. Ada seseorang yang semakin ditempap oleh tantangan dan cobaan menjadi semakin kuat dan memiliki kepribadian yang lebih, namun adapun seseorang yang semakin besar tantangan dan cobaan yang dia hadapi akan menjadi seseorang dengan perilaku yang terpuruk dan mudah putus asa.

Kesimpulan
Seseorang dapat menilai dan mengetahui sifat dan ciri kepribadian dari orang lain. Dalam pembentukan etika ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi, baik itu faktor internal maupun eksternal. Sifat bawaan dari lahir atau watak merupakan faktor internal yang paling berpengaruh pada etika seseorang. Sedangkan dari faktor eksternal, etika seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana tempat seseorang itu berada. Pada dasarnya kepribadian dari diri seseorang merupakan cerminan dari kesuksesan. Seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul adalah seseorang yang siap untuk hidup dalam kesuksesan dan dengan proses yang dia jalankan ia akan mencapai tujuan yang diharapkan.

Saran
Setiap orang memiliki kehidupan, sebaiknya kita selalu menerapkan nilai kebaikan dimanapun kita berada. Jadilah pribadi yang lebih baik yang bisa dibanggakan dam membanggakan banyak orang