KASUS
Pak
Darwin adalah seorang Manajer Keuangan pada PT. Arta. Pekerjaan pada devisi keuangan
mengharuskan Pak Darwin harus cermat dalam menginvestasikan serta mengolah keuangan
pada PT. Arta. Pada saat itu diharuskan penggantian mesin di pabrik dan harus menghitungan
dengan cermat sebelum melakukan investasi pada mesin yang akan dibeli agar investasi
yang dilakukan tidak merugikan perusahaan. Maka Pak Darwin harus
melakukan keputusan untuk menginvestasikan keuangan perushaan secara cermat.
TEORI
Pengambilan keputusan adalah proses dalam
manajerial,yang secara universal pengambilan keputusan merupakan alternatif
dalam pemecahan masalah. Selain itu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
seorang manajer menjadi tolak ukur keefektifan mereka. Pengambilan keputusan (decisionmaking)
diproses oleh pengambil keputusan (decision maker) yang hasilnya
keputusan. Keputusan yang diambil akan menimbulkan aktivitas dan ataupun
mengakhiri aktivitas.
Beberapa Pengertian Pengambilan
Keputusan Menurut Para Ahli, Sebagai Berikut:
1.G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan
keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan
kriteria
tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2.P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah
suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah,
pengumpulan
fakta dan data.
3. Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa
pengambilan keputusan adalah
pemilihan
diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan,
suatu
rencana
tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang
dapat
dipercaya,
petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4.Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan
keputusan itu dikerjakan oleh
kebanyakan
manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan,
penilaian
dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
Tipe
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam
pemilihan
alternative
untuk mencapai sasaran.
Keputusan
dibagi dalam 3 tipe :
- Keputusan terprogram/keputusan terstruktur yaitu keputusan yang berulang- ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
- Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur yaitu keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan - perhitungan serta analisis yg terperinci.
- Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
KASUS
& TEORI
Tipe
pengambilan keputusan yang di lakukan oleh pak Darwin adalah keputusan setengah
terprogram / setengah terstruktur. Dalam
tipe pengambilan keputusan, keputusan setengah terprogram ini dapat di program
dan berlangsung rutin. Keputusan ini sifatnya rumit dan membutuhkan perhitungan
serta analisis yang terpirinci dalam pengambilan keputusan agar seorang manajer
tidak salah langkah dan tidak membuat keruigan kepada perusahaan.
KESIMPULAN
Pengambilan keputusan sangat
penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin
(manajer). Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan tindakan tertentu dari
suatu masalah dan keputusan. Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi
manajemen dimana pihak terkait melakukan pertimbangan dan menjatuhkan pilihan
yang meliputi merumuskan masalah, menganalisa masalah, menentukan dan
mengembangkan alternatif, mengambil tindakan berdasarkan hasil pertimbangan,
dan melakukan evaluasi. Pengambilan keputusan sangat dibutuhkan sebagai salah
satu pemecahan masalah dalam kegiatan manajemen. Hal ini diharapkan dapat
membantu kegiatan-kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan organisasinya.
Dengan kata lain, pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah
dalam kegiatan organisasi. Keputusan dapat dilakukan secara mendadak, hal ini
bisa dikarenakan keadaan yang tidak memungkinkan untuk merumuskan keputusan
terlebih dahulu; dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada kegiatan rutin
sehingga dapat dirumuskan terlebih dahulu
SARAN
Pengambilan
keputusan baik dalam organisasi, perusahaan, maupun dalam lembaga pemerintahan
yang berhubungan dengan proses manajemen merupakan bagian dari kegiatan
manajemen yang sangat vital berkaitan dengan hari depan/masa yang akan datang,
dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama. Karena itu setiap aspek
dari pengambilan keputusan haruslah diperhatikan dengan saksama tanpa
meninggalkan sedikitpun celah
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar